Rabu, 04 Maret 2015

KAMPUS MERAH ~Mengagumi Dalam Diam~



Sore itu, keramaian “kampus merah” mulai memudar, dikala jam kuliah telah selesai, mahasiswa-mahasiswi satu-persatu meninggalkan kampus, entah pulang ke rumah, kost’an atau mungkin pergi mencari hiburan ke mall, warung kopi atau ke tempat hiburan lain untuk menghilangkan kepenatan otak setelah seharian berada dalam kelas menerima perkuliahan yang diberikan oleh dosen, ohh.. sungguh melelahkan memang !!

Dalam suasana kampus yang mulai tak ramai itu, aku pergi ke secretariat organisasi dimana aku adalah salah satu dari sekian banyak mahasiswa-mahasisiwi yang menjadi anggota dari organisasi itu. ALSA, itulah nama organisasi yang menaungiku sejak duduk di semester II hingga sekarang di semester VI aku masih aktif dalam setiap kegiatan yang ada. Pada sore itu ternyata suasana di sekre masih relative ramai, karena teman-teman yang lain sibuk mengurus kegiatan nasional dimana ALSA UNSRAT merupakan penyelenggara kegiatan itu. Aku mulai membaur dengan teman-teman lain, bertanya-tanya sudah sejauh mana kesiapan yang ada, karena dirikupun dengan beberapa teman yang lain baru selesai mengikuti kegiatan nasional ALSA INDONESIA di Universitas Syiah Kuala Aceh.
Aku bukannya akan menceritakan kegiatan-kegiatan yang telah dan akan kulalui bersama ALSA ataupun sejarah ALSA itu sendiri, melainkan suatu hal yang special selama aku berada di ALSA, iya.. sore yang spesial selama berada di “kampus merah” !!

Sebenarnya apa yang terjadi sore itu ??

Ketika asyik bercanda-tawa dengan teman-teman yang berada di secre, tiba-tiba muncul sosok yang sebenarnya sudah tak asing dimataku, soree.. sapanya kepada kami, sejenak aku terdiam memandangnya, mengabaikan teman-teman lain yang masih dengan canda-tawa mereka, pikiranku mulai teralihkan, mataku tertuju pada sosok gadis yang selama ini sering ku amati, sosok gadis sederhana yang juga tak banyak berkata. Aku terus memandanginya, pikiranku terfokus padanya, tak jarang aku mengalihkan pandanganku ketika dia memandangku.
Hal ini terus berlanjut esok harinya dan esok hari lainnya, dimana setiap kali aku memandangnya detak jantung ini semakin melambat, waktu terasa berhenti berputar, dan kembali normal ketika ia memandangku sementara aku masih dengan respon yang biasa yaitu mengalihkan lagi pandanganku ke objek yang lain.

Kenyataanya adalah bahwa aku tak berani saling tatap apalagi tegur-sapa dengannya, entah siapa wanita ini ? ada apa dengan wanita ini ? setiap kali dia memandangku, aku tak punya nyali secuil pun untuk membalas pandangannya itu. Tak hanya memandang, saling tegur sapapun tak pernah, dan kedua hal itu tetap bertahan sampai hari ini. Aku sadar wanita ini bukanlah malaikat ataupun siluman yang sedang menyamar, dia hanyalah gadis biasa yang sederhana dalam segala hal, gadis biasa yang membuatku terpesona.

Sampai hari ini kenyataanya masih tetap sama, bahwa aku masih setia mengaguminya dalam diam :)



By: A_F_R

Tidak ada komentar:

Posting Komentar