Sore
itu, keramaian “kampus merah” mulai memudar, dikala jam kuliah telah selesai,
mahasiswa-mahasiswi satu-persatu meninggalkan kampus, entah pulang ke rumah,
kost’an atau mungkin pergi mencari hiburan ke mall, warung kopi atau ke tempat
hiburan lain untuk menghilangkan kepenatan otak setelah seharian berada dalam
kelas menerima perkuliahan yang diberikan oleh dosen, ohh.. sungguh melelahkan
memang !!
Dalam suasana kampus
yang mulai tak ramai itu, aku pergi ke secretariat organisasi dimana aku adalah
salah satu dari sekian banyak mahasiswa-mahasisiwi yang menjadi anggota dari
organisasi itu. ALSA, itulah nama organisasi yang menaungiku sejak duduk di
semester II hingga sekarang di semester VI aku masih aktif dalam setiap
kegiatan yang ada. Pada sore itu ternyata suasana di sekre masih relative
ramai, karena teman-teman yang lain sibuk mengurus kegiatan nasional dimana
ALSA UNSRAT merupakan penyelenggara kegiatan itu. Aku mulai membaur
dengan teman-teman lain, bertanya-tanya sudah sejauh mana kesiapan yang ada,
karena dirikupun dengan beberapa teman yang lain baru selesai mengikuti kegiatan
nasional ALSA INDONESIA di Universitas Syiah Kuala Aceh.
Aku bukannya akan
menceritakan kegiatan-kegiatan yang telah dan akan kulalui bersama ALSA ataupun
sejarah ALSA itu sendiri, melainkan suatu hal yang special selama aku berada di
ALSA, iya.. sore yang spesial selama berada di “kampus merah” !!
Sebenarnya apa yang
terjadi sore itu ??
Ketika asyik
bercanda-tawa dengan teman-teman yang berada di secre, tiba-tiba muncul sosok
yang sebenarnya sudah tak asing dimataku, soree.. sapanya kepada kami, sejenak
aku terdiam memandangnya, mengabaikan teman-teman lain yang masih dengan
canda-tawa mereka, pikiranku mulai teralihkan, mataku tertuju pada sosok gadis yang
selama ini sering ku amati, sosok gadis sederhana yang juga tak banyak berkata.
Aku terus memandanginya, pikiranku terfokus padanya, tak jarang aku mengalihkan
pandanganku ketika dia memandangku.
Hal ini terus berlanjut
esok harinya dan esok hari lainnya, dimana setiap kali aku memandangnya detak
jantung ini semakin melambat, waktu terasa berhenti berputar, dan kembali
normal ketika ia memandangku sementara aku masih dengan respon yang biasa yaitu
mengalihkan lagi pandanganku ke objek yang lain.
Kenyataanya adalah
bahwa aku tak berani saling tatap apalagi tegur-sapa dengannya, entah siapa
wanita ini ? ada apa dengan wanita ini ? setiap kali dia memandangku, aku tak
punya nyali secuil pun untuk membalas pandangannya itu. Tak hanya memandang,
saling tegur sapapun tak pernah, dan kedua hal itu tetap bertahan sampai hari
ini. Aku sadar wanita ini bukanlah malaikat ataupun siluman yang sedang
menyamar, dia hanyalah gadis biasa yang sederhana dalam segala hal, gadis biasa
yang membuatku terpesona.
Sampai hari ini
kenyataanya masih tetap sama, bahwa aku masih setia mengaguminya dalam diam :)
By: A_F_R