Andai kau datang menyapa hati ini takkan rapuh,
Cinta..
Bulan dan bintang tak secerah malam-malam yang telah berlalu,
Cinta..
Sang malam pun tahu ada hati yang begitu hampa,
Cinta..
Tetesan hujan makin deras mengikuti lantunan perasaan yang kian tak ter-arah, Cinta..
Hantaman ombak semakin menjadi seakan tahu ada kecewa yang amat besar,
Cinta..
Sementara aku masih dengan kebodohan yang sama,
Cinta..
Menunggumu yang telah pergi dengan cinta yang lain,
Cinta..
Sekalipun diselimuti kebodohan,
cinta tetaplah cinta..
BungAdri
Kamis, 18 Agustus 2016
Cinta..
Andai kau datang menyapa hati ini takkan rapuh,
Cinta..
Bulan dan bintang tak secerah malam-malam yang telah berlalu,
Cinta..
Sang malam pun tahu ada hati yang begitu hampa,
Cinta..
Tetesan hujan makin deras mengikuti lantunan perasaan yang kian tak ter-arah, Cinta..
Hantaman ombak semakin menjadi seakan tahu ada kecewa yang amat besar,
Cinta..
Sementara aku masih dengan kebodohan yang sama,
Cinta..
Menunggumu yang telah pergi dengan cinta yang lain,
Cinta..
Sekalipun diselimuti kebodohan,
cinta tetaplah cinta..
Cinta..
Bulan dan bintang tak secerah malam-malam yang telah berlalu,
Cinta..
Sang malam pun tahu ada hati yang begitu hampa,
Cinta..
Tetesan hujan makin deras mengikuti lantunan perasaan yang kian tak ter-arah, Cinta..
Hantaman ombak semakin menjadi seakan tahu ada kecewa yang amat besar,
Cinta..
Sementara aku masih dengan kebodohan yang sama,
Cinta..
Menunggumu yang telah pergi dengan cinta yang lain,
Cinta..
Sekalipun diselimuti kebodohan,
cinta tetaplah cinta..
Sabtu, 07 Mei 2016
KEHILANGAN yang MENYADARKAN
Bumi pun akan menua dan lenyap, yang tiada akan kembali pada ketiadaan, tak dapat kita pungkiri setiap awal pasti ada akhirnya.
Dunia adalah keanehan yang abadi, kita sering mendapati bahkan merasakan berbagai keanehan dalam keseharian kita, mulai dari orang baik yang tiba-tiba jadi jahat, orang yang begitu peduli kemudian menjadi anti sosial, yang hubungannya begitu mesra seketika kandas di tengah jalan, dari yang begitu dekat hingga terasa sangat asing.
Setiap dari kita pasti menginginkan kejadian di inginkan menjadi hal yang tetap.
Namun bagaimana bila takdir berkehendak lain ?
Bagaimana perasaan seorang ibu yang kehilangan buah hatinya ?
Anak yang kehilangan orangtuanya ?
Pria/Wanita yang kehilangan kekasihnya ?
HANCUR mungkin mewakili tiap kejadian itu.
Pastilah teringat banyak hal yang terlewati hingga muncul pertanyaan dalam benak
Kenapa secepat ini nak ? Maafkan ibu yang tak bisa jadi ibu yang baik.
Bu, Pak, maafkan anak kalian yang durhaka ini aku berjanji akan menjadi anak yang baik.
Begitu juga dengan pria/wanita yang kehilangan kekasihnya, suka-duka tawa-canda takkan pupus dalam ingatan.
Penyesalan tinggalah penyesalan, yang hilang takkan kembali.
Kehilangan memang selalu Menyadarkan...
Jumat, 29 April 2016
~Senja dan Sebuah Harapan~
Dalam diam kukagumi dalam tatap kubicara akankah kau merasakannya?
getaran cinta tak terelakkan, senyum indahmu tatapmu belaian rambutmu menyimpan sejuta tanya...
Kini ku duduk di tepi pantai sejenak melepas kepenatan duniawi pun mengeluarkan isi yang ada dalam hati...
Imajinasiku kini melayang membayangkan hanya ada aku dan kamu duduk di pantai ini melihat mentari di telan malam sungguh indah angan ini...
Maaf bila angan ini tak kau kehendaki, aku hanya ingin jujur pada diriku sendiri...
getaran cinta tak terelakkan, senyum indahmu tatapmu belaian rambutmu menyimpan sejuta tanya...
Kini ku duduk di tepi pantai sejenak melepas kepenatan duniawi pun mengeluarkan isi yang ada dalam hati...
Imajinasiku kini melayang membayangkan hanya ada aku dan kamu duduk di pantai ini melihat mentari di telan malam sungguh indah angan ini...
Maaf bila angan ini tak kau kehendaki, aku hanya ingin jujur pada diriku sendiri...
Kamis, 28 April 2016
~1000 malam tanpa REMBULAN~
Malam yang panjang sepi hati tak terelakkan..
1000 malam hiasi kisah tak lagi terasakan..
Dalam angan terbayang susah senang yang terlewatkan..
Sirna sudah sebuah kisah yang pernah kita ciptakan..
Sesal mendalam tak pengaruhi jalannya..
Terbanglah REMBULANKU..
Biarlah kututup malam ini disudut kamarku dan berharap 999 malam bisa terlewati dengan baik seperti 1000 malam yang pernah kita rasakan..
Jangan lupa bahagia ya.. ;)
1000 malam hiasi kisah tak lagi terasakan..
Dalam angan terbayang susah senang yang terlewatkan..
Sirna sudah sebuah kisah yang pernah kita ciptakan..
Sesal mendalam tak pengaruhi jalannya..
Terbanglah REMBULANKU..
Biarlah kututup malam ini disudut kamarku dan berharap 999 malam bisa terlewati dengan baik seperti 1000 malam yang pernah kita rasakan..
Jangan lupa bahagia ya.. ;)
Rabu, 04 Maret 2015
KAMPUS MERAH ~Mengagumi Dalam Diam~
Sore
itu, keramaian “kampus merah” mulai memudar, dikala jam kuliah telah selesai,
mahasiswa-mahasiswi satu-persatu meninggalkan kampus, entah pulang ke rumah,
kost’an atau mungkin pergi mencari hiburan ke mall, warung kopi atau ke tempat
hiburan lain untuk menghilangkan kepenatan otak setelah seharian berada dalam
kelas menerima perkuliahan yang diberikan oleh dosen, ohh.. sungguh melelahkan
memang !!
Dalam suasana kampus
yang mulai tak ramai itu, aku pergi ke secretariat organisasi dimana aku adalah
salah satu dari sekian banyak mahasiswa-mahasisiwi yang menjadi anggota dari
organisasi itu. ALSA, itulah nama organisasi yang menaungiku sejak duduk di
semester II hingga sekarang di semester VI aku masih aktif dalam setiap
kegiatan yang ada. Pada sore itu ternyata suasana di sekre masih relative
ramai, karena teman-teman yang lain sibuk mengurus kegiatan nasional dimana
ALSA UNSRAT merupakan penyelenggara kegiatan itu. Aku mulai membaur
dengan teman-teman lain, bertanya-tanya sudah sejauh mana kesiapan yang ada,
karena dirikupun dengan beberapa teman yang lain baru selesai mengikuti kegiatan
nasional ALSA INDONESIA di Universitas Syiah Kuala Aceh.
Aku bukannya akan
menceritakan kegiatan-kegiatan yang telah dan akan kulalui bersama ALSA ataupun
sejarah ALSA itu sendiri, melainkan suatu hal yang special selama aku berada di
ALSA, iya.. sore yang spesial selama berada di “kampus merah” !!
Sebenarnya apa yang
terjadi sore itu ??
Ketika asyik
bercanda-tawa dengan teman-teman yang berada di secre, tiba-tiba muncul sosok
yang sebenarnya sudah tak asing dimataku, soree.. sapanya kepada kami, sejenak
aku terdiam memandangnya, mengabaikan teman-teman lain yang masih dengan
canda-tawa mereka, pikiranku mulai teralihkan, mataku tertuju pada sosok gadis yang
selama ini sering ku amati, sosok gadis sederhana yang juga tak banyak berkata.
Aku terus memandanginya, pikiranku terfokus padanya, tak jarang aku mengalihkan
pandanganku ketika dia memandangku.
Hal ini terus berlanjut
esok harinya dan esok hari lainnya, dimana setiap kali aku memandangnya detak
jantung ini semakin melambat, waktu terasa berhenti berputar, dan kembali
normal ketika ia memandangku sementara aku masih dengan respon yang biasa yaitu
mengalihkan lagi pandanganku ke objek yang lain.
Kenyataanya adalah
bahwa aku tak berani saling tatap apalagi tegur-sapa dengannya, entah siapa
wanita ini ? ada apa dengan wanita ini ? setiap kali dia memandangku, aku tak
punya nyali secuil pun untuk membalas pandangannya itu. Tak hanya memandang,
saling tegur sapapun tak pernah, dan kedua hal itu tetap bertahan sampai hari
ini. Aku sadar wanita ini bukanlah malaikat ataupun siluman yang sedang
menyamar, dia hanyalah gadis biasa yang sederhana dalam segala hal, gadis biasa
yang membuatku terpesona.
Sampai hari ini
kenyataanya masih tetap sama, bahwa aku masih setia mengaguminya dalam diam :)
By: A_F_R
Sabtu, 29 November 2014
~SELAMAT ULANG TAHUN MAMAH~
Dari
waktu ke waktu, Hari demi hari, tahun yg silih berganti, kulitmu yg kian
keriput, tenagamu yg semakin lemah, namun pernahkah kau terlihat mengeluh akan
semua itu ? Tidak !!
Semangat
ketegasan dibalik kelembutanmu mendidik anak-anakmu
bahkan anak didikmu disekolah. Kadang timbul dibenakmu bagaimana mungkin mendidik
anak orang lain sedangkan Anakku sendiri tak pernah mendengarkanku ?
MAMAH,
Terimakasih karena tak pernah jenuh-jenuh mendidik anakmu ini.
MAMAH,
Terimakasih selalu menopang kami.
MAMAH,
Terimakasih selalu menasehati kami walau kadang aku menganggapnya MASA BODOH.
MAMAH,
Tak terasa 27 Tahun sudah Kau menjadi Ibu bagi anak didikmu, dan 20 Tahun
menjadi Ibu bagi Anakmu, hingga saat ini mungkin kau tak menyangka usiamu sudah
membilang 49 Tahun.
Selamat
Ulang Tahun MAMAH ADELFINE SASAKO :-*
Semoga Tuhan selalu menjagamu dimanapun Kau berada, semoga Tuhan selalu
memberikan kesehatan kepadamu dan semoga Tuhan memberikan umur panjang kepadamu
agar kelak ketika Anak-anakmu sukses, Engkau masih ada untuk menyaksikan dan
menikmati kesuksesan anak-anakmu.
TERIMAKASIH
MAMAH :-*
Langganan:
Postingan (Atom)