Sabtu, 29 November 2014

~SELAMAT ULANG TAHUN MAMAH~



Dari waktu ke waktu, Hari demi hari, tahun yg silih berganti, kulitmu yg kian keriput, tenagamu yg semakin lemah, namun pernahkah kau terlihat mengeluh akan semua itu ? Tidak !!
Semangat ketegasan dibalik  kelembutanmu mendidik anak-anakmu bahkan anak didikmu disekolah. Kadang timbul dibenakmu bagaimana mungkin mendidik anak orang lain sedangkan Anakku sendiri tak pernah mendengarkanku ?
MAMAH, Terimakasih karena tak pernah jenuh-jenuh mendidik anakmu ini.
MAMAH, Terimakasih selalu menopang kami.
MAMAH, Terimakasih selalu menasehati kami walau kadang aku menganggapnya MASA BODOH.
MAMAH, Tak terasa 27 Tahun sudah Kau menjadi Ibu bagi anak didikmu, dan 20 Tahun menjadi Ibu bagi Anakmu, hingga saat ini mungkin kau tak menyangka usiamu sudah membilang 49 Tahun.
Selamat Ulang Tahun MAMAH ADELFINE SASAKO :-*
Semoga Tuhan selalu menjagamu dimanapun Kau berada, semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan kepadamu dan semoga Tuhan memberikan umur panjang kepadamu agar kelak ketika Anak-anakmu sukses, Engkau masih ada untuk menyaksikan dan menikmati kesuksesan anak-anakmu.

TERIMAKASIH MAMAH :-*


By: Anak-mu yang paling keras kepala.

Senin, 27 Oktober 2014

SEGELINTIR KATA UNTUK SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER 1928 – 2014

86 tahun silam, para Pemuda dari seluruh pelosok Negeri Tercinta ini, dari ujung Sabang sampai ujung Merauke membuat suatu Pengakuan dengan Mengikrarkan Sumpah/Janji mereka.
Bahwa mereka adalah Satu Tumpah Darah, Tanah Air Indonesia.
Bahwa mereka adalah Satu Bangsa, Bangsa Indonesia.
Dan bahwa mereka adalah Satu Bahasa, Bahasa Indonesia.
Saya meyakini bahwa Sumpah itu masih Hidup dan akan tetap Hidup dalam Jiwa dan Raga para Pemuda. Meskipun saat ini masih banyak Pemuda-Pemuda (termasuk saya) yang belum sepenuhnya memahami makna dari Sumpah yang diikrarkan 86 tahun silam.

SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA. MERDEKA..MERDEKA..MERDEKA..!! 



Rabu, 27 Agustus 2014

~Anak Kost Asam Manis~ “cerita awal pencarian kost-an”

Terik matahari semakin membakar kulit, sambil menyusuri lorong-lorong, naik-turun rumah berharap masih ada kamar yang kosong untuk disewakan. Lorong demi lorong ku susuri, rumah demi rumah ku singgahi, perasaan capek, lapar, haus sudah bercampur aduk, tapi tak menurunkan niatku, hingga akhirnya ada juga rumah yang kamarnya bisa disewakan.
Adalah pak herman dan Bu Stin yang bersedia menyewakan salah satu kamarnya yang kosong untuk ku tempati.
          Pak Herman (pak kost) dan Bu Stin (bu kost) adalah pemilik kost-an yg gue tempati sejak awal masuk Universitas hingga detik ini, mereka memiliki satu anak yang cukup bandel sebut saja kiki. Entah dengan cara apalagi kedua orangtuanya membujuk dia untuk melanjutkan pendidikannya yang sempat terhenti di sekolah menengah atas 9 Manado. Pak kost bekerja di kantor TNI hanya saja sejak beberapa tahun silam beliau hanya berada di rumah saja di karenakan penyakit perlamen (gue gak tau bahasa kedokterannya) yang membuatnya tidak bisa berjalan dengan baik. Sedangkan bu kost hanyalah ibu rumah tangga. Penghasilan yang mereka dapat hanya melalui uang kost-an yang diberikan anak-anak kost termasuk gue.
          Setelah gue nemuin kost-an untuk gue tinggal, gue langsung hubungi bokap ama nyokap gue yang ada di kampung :
 Gue: ma, gue udah nemuin kost-an nih, mama besok transfer uang ya buat beliin perlengkapan gue di kost.
Nyokap: iya nanti mama transfer, bdw kost-annya  berapa sebulan ?
Gue:  Murah koq ma, 4 ratus ribu.                                      
Nyokap: Jauh ngga dari kampus ?
Gue: Deket koq ma.
Nyokap: ohh, kamu hati2, jangan sering keluar malam.
Gue:  Iya..iya.. mama -_- (kayak anak kecil aja)
            Setelah gue resmi tinggal di kost-an yang sebut saja kost-annya anak kampoeng asam manis hehe.. eh kenapa nama kost-annya anak kampoeng asam manis ? hehe.. ceritanya panjang, tapi nanti gue ceritain lagi cikal bakal anak kost asam manis ;)

Inilah cerita awal gue, anak kampung yang pergi ke kota untuk menimbah ilmu di perguruan tinggi negeri Universitas Sam Ratulangi Manado. Nantikan cerita selanjutnya dari ~Anak kost Asam Manis~ wak..wak..wak..

Jumat, 22 Agustus 2014

Antara SISTEM & PENEGAK HUKUM !!



Salah satu pertanyaan sekaligus menjadi diskusi yang cukup hangat di kalangan kaum Ontwikkelde leek (orang terpelajar) maupun The Man In The Street (orang kebanyakan) yaitu Apa yang bisa kita harapkan dari Aparat Penegak Hukum dewasa ini ?. Kritikan demi kritikan, hujatan-hujatan sampai sumpah dilayangkan kepada aparat penegak hukum sehubungan dengan kinerja mereka yang bisa dikatakan buruk. Tapi apakah semua caci maki tersebut bisa mengubah kualitas dari aparat penegak hukum ? jelas tidak, ada sebuah pepatah lama ~kalau kita ingin mengubah suatu system, maka masuklah dalam system itu~ jadi sangatlah jelas kalau kita hanya berkoar-koar tanpa sumbangsi nyata, system yang bobrok akan tetap bobrok bahkan menjadi lebih bobrok. 

System yg baik akan menjadi kotor bila berada dalam lingkaran manusia kotor, begitu juga sebaliknya manusia baik akan menjadi kotor bila berada dalam lingkaran system yang kotor. Jadi yang salah systemnya atau manusianya ? menurut saya pribadi jelas keduanya, akan tetapi akan lebih condong ke manusianya sebab manusialah yg membuat system, manusia yang mengubah system, system tak dapat mengubah apalagi membuat manusia. Jadi solusinya ? ngga tau hehe.. untuk saat ini dimaklumkan saja, sebab Negara kita masih dikatakan seumur jagung untuk sebuah Negara, masih dalam proses mengubah system yang baik secara perlahan. Bagaimana kalau systemnya semakin bobrok ? Inilah salah satu kelemahan manusia secara umum dan rakyat Indonesia secara khusus, selalu menunggu, menunggu dan menunggu sosok-sosok yang tegas, berani, penuh wibawa, jujur dan lainnya tanpa berusaha menjelma menjadi sosok-sosok yang di tunggu-tunggu tersebut. #Think..



Mohon maaf bila tulisan ane menyinggung perasaan para pembaca dan mungkin kurang berbotot, maklumlah bloggers pemula jadi masih belajar nulis di blog. Mumpung mengisi waktu luang di malam jumat ini yg ga tau mau ngapai di kost’an hehe..
Kritik dan saran pembaca sangat ane butuhkan sebagai modal kedepannya
:)