Bumi pun akan menua dan lenyap, yang tiada akan kembali pada ketiadaan, tak dapat kita pungkiri setiap awal pasti ada akhirnya.
Dunia adalah keanehan yang abadi, kita sering mendapati bahkan merasakan berbagai keanehan dalam keseharian kita, mulai dari orang baik yang tiba-tiba jadi jahat, orang yang begitu peduli kemudian menjadi anti sosial, yang hubungannya begitu mesra seketika kandas di tengah jalan, dari yang begitu dekat hingga terasa sangat asing.
Setiap dari kita pasti menginginkan kejadian di inginkan menjadi hal yang tetap.
Namun bagaimana bila takdir berkehendak lain ?
Bagaimana perasaan seorang ibu yang kehilangan buah hatinya ?
Anak yang kehilangan orangtuanya ?
Pria/Wanita yang kehilangan kekasihnya ?
HANCUR mungkin mewakili tiap kejadian itu.
Pastilah teringat banyak hal yang terlewati hingga muncul pertanyaan dalam benak
Kenapa secepat ini nak ? Maafkan ibu yang tak bisa jadi ibu yang baik.
Bu, Pak, maafkan anak kalian yang durhaka ini aku berjanji akan menjadi anak yang baik.
Begitu juga dengan pria/wanita yang kehilangan kekasihnya, suka-duka tawa-canda takkan pupus dalam ingatan.
Penyesalan tinggalah penyesalan, yang hilang takkan kembali.
Kehilangan memang selalu Menyadarkan...