Terik
matahari semakin membakar kulit, sambil menyusuri lorong-lorong, naik-turun
rumah berharap masih ada kamar yang kosong untuk disewakan. Lorong demi lorong
ku susuri, rumah demi rumah ku singgahi, perasaan capek, lapar, haus sudah
bercampur aduk, tapi tak menurunkan niatku, hingga akhirnya ada juga rumah yang
kamarnya bisa disewakan.
Adalah pak herman dan Bu Stin yang bersedia menyewakan salah satu kamarnya yang
kosong untuk ku tempati.
Pak
Herman (pak kost) dan Bu Stin (bu kost) adalah pemilik kost-an yg gue tempati
sejak awal masuk Universitas hingga detik ini, mereka memiliki satu anak yang
cukup bandel sebut saja kiki. Entah dengan cara apalagi kedua orangtuanya
membujuk dia untuk melanjutkan pendidikannya yang sempat terhenti di sekolah
menengah atas 9 Manado. Pak kost bekerja di kantor TNI hanya saja sejak
beberapa tahun silam beliau hanya berada di rumah saja di karenakan penyakit
perlamen (gue gak tau bahasa kedokterannya) yang membuatnya tidak bisa berjalan
dengan baik. Sedangkan bu kost hanyalah ibu rumah tangga. Penghasilan yang
mereka dapat hanya melalui uang kost-an yang diberikan anak-anak kost termasuk
gue.
Setelah
gue nemuin kost-an untuk gue tinggal, gue langsung hubungi bokap ama nyokap gue
yang ada di kampung :
Gue: ma,
gue udah nemuin kost-an nih, mama besok transfer uang ya buat beliin
perlengkapan gue di kost.
Nyokap: iya
nanti mama transfer, bdw kost-annya berapa sebulan ?
Gue: Murah koq ma, 4 ratus ribu.
Nyokap: Jauh
ngga dari kampus ?
Gue: Deket koq
ma.
Nyokap: ohh,
kamu hati2, jangan sering keluar malam.
Gue: Iya..iya.. mama -_- (kayak anak kecil aja)
Setelah gue resmi tinggal di kost-an
yang sebut saja kost-annya anak kampoeng asam manis hehe.. eh kenapa nama
kost-annya anak kampoeng asam manis ? hehe.. ceritanya panjang, tapi nanti gue
ceritain lagi cikal bakal anak kost asam manis ;)
Inilah cerita awal gue, anak kampung
yang pergi ke kota untuk menimbah ilmu di perguruan tinggi negeri Universitas
Sam Ratulangi Manado. Nantikan cerita selanjutnya dari ~Anak kost Asam Manis~
wak..wak..wak..
Adalah pak herman dan Bu Stin yang bersedia menyewakan salah satu kamarnya yang kosong untuk ku tempati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar